Showing posts with label Lampu Bohlam. Show all posts
Showing posts with label Lampu Bohlam. Show all posts

Friday, 7 June 2013

Kehilangan Sahabat Untuk Selama-lamanya



14 tahun, mengenangnya kembali adalah hal membuat hati ini menjadi sedih. Teringat akan tawa dan candanya. Murungpun jarang terlihat di raut wajahnya. Periang, itulah sahabatku yang bernama Rini. Rini adalah kawan SMAku dulu. Sejak berteman dengannya adanya cuma bercanda terus dan tak ada cerita sedih yang pernah dia ungkap kepadaku.

Awal tahun ajaran baru kenaikan kelas tiga SMA, selalu aku temui kawan-kawanku yang telah lama tak bertemu karena liburan panjang. Seperti biasa kita saling berpelukan dan bercerita sana sini. Salah satu temanku dengan nada enteng dan seperti tak terjadi apa-apa mengatakan bahwa kita tak akan bertemu Rini kembali. Kemudian bertanya kesana kemari akhirnya terjawab. Salah satu temanku yang lain akhirnya mengatakan yang sebenarnya bahwa Rini telah meninggal dalam kecelakaan tunggal di Jalan Daan Mogot KM.13 dua minggu yang lalu.

Kaget dan tak percaya dalam berita itu. Lalu kuhubungi kawan yang lain hari itu juga untuk ke makam Rini. Kemudian kami satu sekolahan pergi ke rumah almarhum untuk belasungkawa ke keluarganya. Kami menanyakan akan kejadian itu. keluarga menjawab adanya lubang di tengah jalan itu yang mengkibatkan Rini jatuh dari motor, boncengan dengan kekasihnya. Benturan di kepala Rini yang mengakibatkan kepergian Rini.

Peristiwa itu memberikan pelajaran kita betapa pentingnya helm dalam berkendara untuk melindungi kepala. Kita tidak tau kapan kita akan di jemput oleh yang maha kuasa, adakalanya kita mawas diri apa yang akan terjadi di kemudian hari. Kadang kita sangat pandai merangkai rencana tapi tetap Allah yang menentukan. Begitu juga umur, kita juga tidak tau. Kehilangan seorang sahabat yang periang adalah sesuatu yang sangat menyedihkan. hari-hari tak ada kehadiran almarhum sepi, teringat senyumnya yang selalu ada di setiap percakapan kami, memberikan kesedihan yang teramat dalam,  dan tak menyangka akan kehilangan sahabat  yang satu ini  dengan cara yang mengenaskan.

Melalui tulisan ini, Aku ingin mengenang kembali sosok Rini sahabatku ini. Dia adalah sosok yang periang dan supel. Semoga arwahnya di terima disisiNya dan diampuni segala dosa-dosanya .Aminn.



Tuesday, 4 June 2013

Sakit


gambar dari google


Teruntuk Lampu Bohlam # 14 - Sakit


Sakit? Pernahlah, siapa yang gak pernah sakit. Pengalamanku sakit yang membuat aku tak bisa istirahat waktu aku terkena Rubella atau sejenis Campak. Kalau malam hawanya panas. Badanku terdapat bintik-bintik merah, tetapi badan gak ada rasa apa-apa, lemes enggak cuma ada ngilu di bagian sendi-sendi kaki. itu yang saya rasakan.

Karena takut kenapa-kenapa aku putuskan ke Rumah sakit terdekat, untuk mengecek keadaanku. Dokter menganjurkan aku untuk segera di isolasi karena takut menular ke anak-anak, apalagi saat itu anak-anak masih sangat kecil. karena tak ada kamar saya putuskan untuk pindah Rumah Sakit yang lain, tetapi Rumah Sakit yang kedua saya datangi, ternyata tak memberikan aku nginep alias di rawat. Aku disuruh pulang dan minum obat dan di larang keluar rumah, itu saja pesannya. Aku bingung dan menanyakannya akan hal ini. "Lho kenapa saya gak dirawat Dok?" Tanyaku. "Karena Ibu masih sehat, naik motor kesini aja sendiri tanpa di temani siapa-siapa, kalau dirawat itu orang yang sudah lemah."Ujar Dokter Rumah Sakit yang aku temui untuk kedua kalinya.

Akhirnya aku pulang kerumah, karena badanku tak berasa apa-apa yah aku buat nyuci, masak dan beberes rumah. Hawa badan panas pengennya tidur di lantai yg dingin. Lama-lama aku sembuh sendiri. Karena anak-anak masih punya kekebalan  dari imunisasi campak, jadi kedua anakku ini tak tertular. Demikian dengan Ayahnya, sistem imunnya lagi sehat jadi gak tertular. Alhamdulillah semua baik-baik saja.:))


Tuesday, 21 May 2013

Manusia Serigala

Gambar dari Google.co.id
Teruntuk Lampu Bohlam # 12 - Anomali


Saat sekelompok orang mengejeknya.
Menistanya.
Amarahnya langsung memuncak.
Secepat mungkin dia lalu berlari.
Menerobos malam.
Naik ke atas bukit.
Memekikkan suaranya.
Mengaum....
Tiba-tiba tubuhnya berubah.
Tumbuh bulu disana sini.
Mengaum kembali.
Terus mengaum.
Masyarakat takut jika mendengarnya.
Akhirnya warga kampung itu sepi ditinggalkan penghuninya.
Tinggallah dia sendiri.
Dan sesaat dia akan kembali ke atas bukit sekedar berteriak.



Friday, 10 May 2013

Simbah "I Love You"

Simbah dan buyutnya

Teruntuk Lampu Bohlam : # 11 - Tua

Putri kedua saya yang bernama Ayu  ini sangat senang akan  kehadiran simbah di rumah kami beberapa bulan yang lalu. Putri keduaku yang beranjak hampir enam tahun ini selalu mengelus wajah simbah dan selalu bertanya sebagai bentuk keingintahuannya pada simbah buyutnya.

"Mbahyut? kok mukanya begini?" sambil terus dielus muka simbah dan terus bertanya.

"Wis tuo" jawab simbah sambil tersenyum.

"Lihat tangan simbah, kok dielus-elus  gak balik lagi? tanyanya polos.

Simbah buyut hanya bisa senyum dan ingin memeluk putri keduaku ini. Putriku ini selalu mencium dan terus mendekati sambil memperhatikan wajah simbah buyutnya. Putri keduaku ini juga gak tega saat simbah berjalan yang tidak tegap lagi, membuat semua kelihatan kerepotan saat mengambil gelas atau piring. Putriku ini yang sering membantunya. Aku jadi berpikir mungkin jika Tuhan masih memberi umur panjang mungkin aku akan seperti itu, seperti simbah. Tua, keriput dan berjalanpun terasa susah karena badan tak tegap lagi.  

Wednesday, 8 May 2013

Jangan Biarkan Macet Menjadi Masalah Terlambatmu

Jalan Tol Jagorawi dalam Kemacetan

Teruntuk Lampu Bohlam: #10- Terlambat

Ibukota Jakarta, adalah sebuah kota yang terkenal akan macetnya. Jika kita tak bisa menyiasati waktu maka semuanya akan terlambat gara-gara hal seperti ini.Sore itu keluarga kami hendak ke Bogor melalui jalan Tol jagorawi. Yah seperti ini suasana tol, macet. Setau saya jalan tol itu lancar, kenyatannya tidak demikian. Hari-hari tanpa macet itulah keluhku setiap akan bepergian hari-hari jam keberangkatan orang kerja atau sebaliknya. Terlambat yang pasti sering terjadi sebagian warga yang tidak tau akan keadaan jalan di Ibukota. Jadi persiapkan diri akan waktu kira-kira jam perjalanan, agar tidak terjebak macet hingga terlambat.

Friday, 26 April 2013

Lampu Bohlam : # 9 - Perempuan Itu Berkisah Tentang Dunia Mayanya

Perempuan itu yang tiga bulan lalu kamu kenal. Kenal lewat dunia maya. Perempuan itu bertemu pada seorang laki-laki pada  sebuah grup. Grup  Alumni putih biru. Mereka  saling menyapa,  saling add dan  saling berkisah. Laki-laki  itu  akhirnya berkisah pada perempuan itu tentang seorang perempuan pula tentang keluarganya tentang pekerjaaannya.Perkenalan dilanjutkan pada sebuah chatingan.

Saat chatingan, laki-laki itu  curhat tentah kisahnya, kisah tentang mantan pacarnya, kisah mendapatkan restu orang tua untuk mendapatkan istri hingga kisahnya  tentang kecelakaan tragis yang merenggut nyawa seseorang. Akhirnya Perempuan itu  balik berkisah tentang laki-laki, tentang keluarganya, tentang anak-anaknya, tentang semua yang pernah terjadi baik hubungannya  pada suami dan awal  menjadi sebuah keluarga. Perempuan dan laki-laki itu saling berkisah di dunia maya.

Saat chatingan perempuan itu  mengungkapkan kekagumannya pada laki-laki itu tentang  semua keberhasilannya dan laki-laki itu  merasa tersanjung. Ujung-ujungnya percakapan itu  ada kata "sayang " yang terlontar pada perempuan itu dan laki-laki itu  menanggapi  dengan kata "sayang" juga.

Seminggu sudah perempuan dan laki-laki itu berkisah, laki-laki itu menelpon perempuan itu bahwa kata "sayang" nya menimbulkan masalah di rumah tangganya dan menginginkan perempuan itu untuk menjelaskan semua, tetapi perempuan itu marah dan langsung memblokir semua pertemanan di facebook. Laki-laki itu marah juga kenapa ada pemblokiran di facebook kalau demikian berarti pertemanan di anggap laki-laki itu sudah  berakhir dan menganggap bahwa tak pernah bertemu atau berteman seperti sebelumnya.

Perempuan itu akhirnya sedih dan merasa menyesal kenapa harus marah dan memblokirnya, karena saat itu yang dia pikirkan hanya sebuah kesalahpahaman. Perempuan itu menulis semua kegundahannya di beranda facebook maupun di tulisan blognya sekedar curhat, tapi ditanggapi laki-laki itu menyebar aib. Perempuan tadi akhirnya sadar bahwa perbuatannya menimbulkan fitnah. Akhirnya perempuan  itu  meminta maaf kepada laki-laki itu tapi tak selalu "maaf" jadi solusinya. Balasannya,  laki-laki itu menyesal telah mengenalnya dan akan tetap menyesal hingga seumur hidupnya.

Akhirnya perempuan itu berkisah dan terus berkisah sendiri tanpa ada yang menanggapi. Teman-temannya sekarang menjauhinya dan mencomoohnya bahkan mulai menghindar. Perempuan itu sekarang sedang membangun dirinya dengan segala upaya. Perempuan itu bangkit dari semua yang pernah menimpanya di dunia maya. Perempuan itupun tidak kapok menjalin hubungan pertemanan yang seluas-luasnya. Akhirnya perempuan itu mempunyai banyak teman. Mempunyai semangat kembali untuk terus memperbaiki pergaulan. Perempuan itu sekarang bersinar, walau dalam benaknya masih teringat akan sebuah pengalaman pertemuan di dunia mayanya yang berakhir kecewa. Sekarang perempuan itu mengubah ceritanya menjadi pertemuan di dunia maya yang menyenangkan.


Friday, 5 April 2013

Lampu Bohlam # 6- Harga diri

"Silahkan isi voucernya disini." Sambil menyodorkan Hp

"Berapa"

"Dua puluh ribu aja"

"Uangnya mana?

"Isi aja dulu, kamu gak percaya saya". gertak laki-laki itu

"Maaf pak"

"Kamu tidak tau saya, saya aja bisa bayar kamu" sambil menuding kan tangan ke mukaku.

****

"Hari ini sudah sepi ada ada aja yang beli" gumamku.

Baru juga sebulan aku bekerja di konter hape ada-ada aja yang beli. Melihat karakter pembeli. Kebanyakan laki-laki. Mereka kadang menggodaku, kadang ketemu yang seperti itu, menggertak dan mengancam. 

Keesokan hari

"Hai..."

"Ya mas."

"Voucer yang seratus ribu ada gak, simpati."

"Ada, ini" sambil menyerahkan voucer simpati senilai 100 ribu.

" Sore ada acara gak mbak?"

" Gak , paling langsung pulang."

"Bisa gak kita jalan, sekedar nemenin mas makan"

" maaf mas"

"Hey...emang kamu harganya berapa. diajak nemenin makan aja gak mau. Harus dibayar kamu." Dengan nada kesalnya.

"Kok maksa ya nih orang". gumamku.

Mataku takut melihat mata laki-laki itu. Aku hanya diam dan takut.

"Nasib seorang SPG hape. Ahh...sudahlah semua pekerjaan punya resiko termasuk menghadapi orang-orang seperti ini". segera berkemas pulang.